Depan | Profil | Kumpulan Tulisan | Komentar Kawan | Kontak
 
Komentar Kawan
 

Di Mata Kawan Peduli dan Berani

Dia orang yang punya prinsip, tidak takut mengungkapkan apa yang dianggap benar, walaupun hal itu beresiko. Dan sampai sekarang dia tetap seperti itu. Dan saya pikir dia orang yang sangat peduli dengan apa yang terjadi dengan bangsa kita.

Dia mendidik banyak sekali orang muda Indonesia untuk mengetahui hubungan antar bangsa ini seperti apa, Indonesia di tengah percaturan politik dunia tidak sangat menentu sekarang. Menurut saya, Bambang Warih termasuk orang yang mengikuti dan mempelajari hal seperti itu dengan cukup baik.

Salahuddin Wahid
Adik Gus Dur, Ketua PBNU
Ketua Komnas HAM
(Seperti dilaporkan oleh wartawan Junianto Setiadi)


Recall

Ketika aktif di politik, Bambang juga menunjukkan kerja kerasnya. Fraksinya memerintahkan untuk memeriksa 250 perusahaan yang kreditnya macet pada tahun 1994. Prioritasnya tujuh dari 50 perusahaan teratas.

Di dalamnya ada perusahaan anak Presiden dan Harmoko (Ketua Umum Golkar). Pada saat itu Bambang melakukan hal yang di luar kebiasaan, dan boleh dianggap berani. Laporannya ia sampaikan di depan fraksi ABRI dan Golkar.

Karena kejadian ini ia mengaku direcall / dikeluarkan dari DPR.

Rhenald Kasali
Suara Pembaruan, 8 Mei 2002


The fact that Bambang is outspoken is well known. That trait has made him the darling of the press because, unlike the majority of DPR members, he never hesitated to offer comments, or raise questions, concerning matters he concidered relevant. He enlivened many House sessions with his daring questions.

One should not forget that it was Bambang who asked the question last Monday that resulted in State Minister of Research and Technology B.J. Habibie's stating, that several of the strategic industries under his supervision, including IPTN and PT.PAL, have been losing money. According to Habibie, these firms, therefore, need export, credits to make them competitive in the international market.

We believe those question won't constitute Bambang's last salvo either.

Source: The Jakarta Post, February 24, 1995


Als der niederlandische Botschafter, PR Brouwer, Afhang des Jahres dem indonesischen Parlamentsprasidenten Wahono einen Besuch abstattete, erkundigte er sich nach der Abberufung des Parlamentsmitglieds Bambang Warih Koesoema/Berita Nasional, 8.2.95/.Bambang, Mitglied der Regierungspartei Golkar, war kurz zurvor aus dem Parlament ausgeschlossen worden. Offensichtlich hatte er sich in der Kommission zur Haushaltspanung allzukritisch geau b ert und folgte nach Angaben von Fraktionschef Moestahid Astari oft nich der Golkar-Parteilinie. Bambang selbst zeigte sich uber seine Abberufung verbittert. Seit 27 Jahren war er treues Parteimitglied, nun befuerchtet er, da b seine Abberufung anderen Kritiern in der Partei Warnung sein soll. Die Ma b nahme koenne, so Bambang, dan Vertrauen der Bevoelkerung ins indonesische Parlament wesentlich beeintraechtigen. Verbittert war er vor allem darueber, da b seine Fraktion ihn nicht vor der Abberufung angemahnt hatte /Suara Pembaruan, 1.2.95/

Von: „Kritische Stimmen nicht erlaubt“ – Indonesien-Information, Nr. 2/1995 (Demokratie)

 
copyright © 2004 BWK for Senator | Powered by eLS'